Sampah,,
Mulutnya berbau sampah
pada awalnya,,
Fisikinya membuatku muntah
pada awalnya,,
Tetapi ketika,
tiba-tiba,
si mulut sampah itu,
mengecup Bunga
yang terjaga dengan duri
Semua berubah.
Si mulut sampah itu,
Terluka dan Berdarah.
Ia memang Lintah!
Kendati memabukkan!
Tak terelakkan,,
dan kini,
Si Bunga tak berduri,,
Pun mengeluarkan bau yang sama
Bau Sampah.
(Tengku Firly Anggina)